Direktur Utama Perum Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA DR Ahmad Mukhlis Yusuf meminta Bank Indonesia diregional Kalimantan harus dapat bersama-sama menjaga rupiah terutama diwilayah perbatasan. <p style="text-align: justify;">Permintaan tersebut dismapaikannya pada dialog interaktif terkait sosialisasi program "Merah Putih" kerja sama LKBN ANTARA, TVRI dan RRI di Stasiun RRI Banjarmasin, Minggu.<br /><br />Menyikapi keluhan warga Banjarbaru, Kalsel Ratih yang mengatakan bahwa masyarakat di perbatasan Indonesia-Malaysia lebih mengenal ringgit daripada rupiah, dia berharap BI bersama media mengedukasi warga masyarakat agar lebih menggunakan rupiah.<br /><br />"Mari kita berikan edukasi agar warga masyarakat bisa lebih yakin menggunakan rupiah dan pasti aman," katanya dalam dialog interaktif yang dipandu Widi dari RRI Banjarmasin.<br /><br />Dalam kesempatan dialog itu, Ahmad Mukhlis Yusuf yang biasa disapa akrab Emye menjelaskan bagaimana kolaborasi tiga media negara yakni LKBN ANTARA, RRI dan TVRI dalam menjaga keutuhan NKRI melalui program dialog "Merah Putih" yang disiarkan secara langsung setiap Rabu pukul 10.00-11.00 Wib.<br /><br />"Kami berharap kolaborasi media negara ini bisa menjadi altrnatif pemersatu bangsa terutama dalam bingkai keutuhan NKRI terutama yang terdepan adalah membangun kawasan perbatasan," katanya.<br /><br />Salah seorang pendengar lain ketika berdialog berharap tiga media negara tersebut dapat membentuk opini publik yang kuat didaerah perbatasan, sehingga hal itu membutuhkan dukungan infrastruktur yang kuat dari pemerintah pusat dan daerah. <strong>(phs/Ant)</strong></p>