Sintang

Banner
Banner

Akademisi: Lafran Pane Pantas Sebagai Pahlawan Nasional

Ditulis oleh

Print

Sejumlah akademisi dari perguruan tinggi negeri di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, menilai almarhum Prof Drs H Lafran Pane, salah seorang pendiri Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), pantas untuk diusulkan menjadi pahlawan nasional.

Pendapat tersebut disampaikan saat seminar nasional dengan tema menggali peran Prof Drs H Lafran Pane dalam lintasan sejarah perjuangan bangsa, di Graha Abdi Persada Banjarmasin, Jumat.

Prof Dr H Kamrani Buseri MA, Guru Besar pada Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Antasari Banjarmasin mengatakan, perjuangan Lafran Pane aktual dan bermanfaat luas bagi negara dan bangsa Indonesia dan menembus lintasan waktu.

Begitu pula pendapat Prof Dr H Asmadji Darmawi, Guru Besar pada Universitas Lambung Mangkurat (Unlam) Banjarmasin. Ia menegaskan, Lafran Pane pantas untuk dianugerahi mendapatkan gelar Pahlawan Nasional karena perjuangan yang telah dilakukannya.

Menurut alumnus Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta itu, kejuangan dan perjuangan almarhum Lafran tidak sekedar ikut dalam pergerakan perintis kemerdekaan Indonesia dan mempertahankannya, tapi juga mengisi kemerdekaan.

Sebelumnya mantan Ketua DPR RI Akbar Tandjung yang juga Ketua penggagas pengusul agar Lafran Pane sebagai Pahlawan Nasional menerangkan alasan pengusulan tersebut antara lain untuk menghargai para pendahulu.

"Apalagi jasa almarhum Lafran juga berjasa besar terhadap perjuangan kemerdekaan dan menegakkan kemerdekaan Indonesia," lanjut mantan Ketua Umum Pengurus Besar HMI yang kemudian ikut berkecimpung di dunia politik melalu Partai Golkar itu.

Almarhum Lafran lahir di Padang Sidempuan, Sumatera Utara 5 Februari 1922 meninggal dunia di Jogjakarta 24 Januari 1991, pernah mengecap pendidikan tinggi di Sekolah Tinggi Islam (STI) yang kini bernama Universitas Islam Indonesia (UII) Jogjakarta.

Dialog pada seminar nasional itu dimoderatori oleh mantan Ketua Umum Badko HMI Kalselteng Redhani Azhari dan dimeriahkan penampilan penyair Ibrahim Amandit (72), alumnus Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Jogajakarta. (das/ant)