Sintang

Banner
Banner

Kelola Lahan Sekitar Untuk Kewirausahaan

Komentar (0)

07 Desember 2017, 23:02:23 WIB oleh Edi | dilihat: 27 kali

Print
Kelola Lahan Sekitar Untuk Kewirausahaan

Melawi - NANGA PINOH, (Kalimantan-News) - Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Suar Institute yang didukung WWF Indonesia kembali melanjutkan program pendampingannya kepada sekolah, dengan melaksanakan kegiatan lokalatih kewirausahaan hijau dan pengelolaan lahan untuk peserta Borneo Youth Program, Kamis (7/12/2017) di aula sebuah hotel di Nanga Pinoh.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Melawi, Joko Wahyono.

Usai membuka kegiatan, Joko menyampaikan, bahwa dirinya sangat mengaapresiasikan kegiataan tersebut, dimana dengan tujuan yang baik yakni melatih pihak sekolah, karang taruna dan ibu rumah tangga untuk memanfaatkan lahan di sekitar, untuk dimanfaatkan agar bisa menghaasilkan. Misalnya lahan yang ada di sekolah ditanami dengan tanaman buah-buahan, dan Tanam Obat Keluarga (Toga).

“Kita didengar sekilas itu hanyalah teori hal-hal kecil, namun itu sebetulnya sangat besar manfaatnya. Program dan kegiatan ini sangat membantu pemerintah, mengingat keterbatasan anggaran, dan ada pihak lain yang mau berbuat, dan ini harus kita dukung. Nah, saya berharap lembaga lainnya bisa melaksanaan kegiatan yang baik seperti yang dilaksanakan Suar Institute dan WWF ini,” katanya.

Lebih lanjut Joko mengatakan, program-program yang dibawa oleh WWF dan lem baga dampingannya, tentu memberikan manfaat bagi masyarakat dan pemerintah. Terlebih lembaga tersebut lebih banyak menjalankan kegiatan dibidang lingkungan.

“Artinya, program yang dilaksanakannya, selain berbasis lingkungan agar lingkungan di Melawi tetap terjadi, juga memberikan manfaat lain seperti dampak ekonomi masyarakat, yang mana mengirangi angka kemiskinan,” paparnya.

Joko mengatakan, dengan kegiatan tersebut, pihak sekolah dan ibu rumah tangga yang dilatih, bisa lebih jeli melihat dan memanfaatkan pekarangan atau lahan di sekitar sekolah untuk kewirausahaan tadi. Perakarangan sekolah lebih hijau, dan menghasilkan.

“Kita juga berharap, pelatihan ini atau program ini nantinya bisa lanjutkan dan dikembangkan ke skop yang lebih besar lagi, sehingga sekolah-sekolah lainnya juga bisa ikut tergabung dan mendapatkan pelatihan yang sama. Bila perlu dikembangkanlagi kepada karang taruna dan ibu-ibu rumah tangga di desa-desa. Sehingga kedepannya, ketika terjadinya peningkatan demografi, dan terjadinya krisis lapangan pekerjaan, orang-orang yangdilatih sudah siap dengan keterampilan dan pengetahuan yang ada,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan WWF Indonesia, Rini Ratna Andriani mengatakan, pelatihan tersebut merupakan tindak lanjut. Yang mana awalnya itu WWF bersamalembaga dampingannya yakni Suar, masuk ke sekolah-sekolah, yang dimulai dari tahun 2011 dengan pelaksanaan training ke beberapa sekolah dengan pesertayakni para kepala sekolah dan guru-guru. Kemudian dari training tersebut, dilaksanakan tindak lanjut seperti apa yang di cita-citakan pihak seklah yang menjadi peserta, yakni menjadikan sekolah yang berkelanjutan dengan wawasan lingkungan.

“Dari sekolah yang mengirim cita-cita tersebut, dijaring atau dipilih tiga sekolah diantaranya SMP negeri 2 Belimbing SMP negeri 1 Pinoh Selatandan satu lagi saya lupa namanya. Dimana sekolah tersebutlah yang didampingi melalui proses. Dari dampingan tersebut, ada inisiatif dari peserta, bahwa mereka juga harus bermasyarakat, artinya pelatihan yang diberikan juga harus berimbas kemasyarakat, sekolah bisa menjadi tenmpat pendidikan masyarakat sekitar dalam hal pemanfaatan lahan pekarangan melalui wawasan lingkungan,” paparnya.

Dengan inistaif para peserta yang didampingi tadi, lanjutnya, maka sekolah yang didampingi mengadakan training buat pemuda yang ada di sekitar sekolahyang dinamakan Borneo Youth Program. Namun ternyata didalam pelatihan, ternyata juga ada peserta yang berasal dari sekolah lain, yang mana itu sebagai strategi agar ada pengembangan dan penyebaran pengetahuan.

Dari Borneo Youth Program tersebut, kami tidak mau berhenti disitu saja. Setelah training selama 5 hari kemudian implementasi, dan membuat projek plan. Nah, sebelumnya pihak sekolah yang didampingi berkeinginan melakukan pertanian organic, sehingga kita laksanakanlah pelatihan kegiatan kewirausahaan hijau, bagaimana kita memulai usaha yang ramah lingkungan.
 
Terpisah, Direktur Suar Institute, Sukartaji mengatakan, kegiatan lokalatih kewirausahaan hijau pengelolaan lahan Borneo Youth Program yang merupakan program Education Sustainable Development (ESD), atau pendidikan pembangunan berkelanjutan. Ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan sebelumnya yang dimulai sejak tahun 2011.

“Nah, maka darti itu kita ambil dua materi yakni kewirausahaan hijau, yang terkait dengan bisnis dalam bentuk pertanian dan perkebunan, sampai memproduksi dari hasil tanaman hingga memenagemen penjualan. Nah, kalau pengelolaan lahan. Itu lebih kepada pengelolaan lahan sempit, misalnya pertical garden, pengelolaan sampah organic. Dimana setelah dua hari didalam kelas dengan pemberian materi, dan dua hari lagi nantinya lansung praktek mengolah sampah untuk pembuatan pupuk,” pungkasnya. (KN)

Komentar (0)

Beri Komentar

Belum ada komentar, silahkan jadi yang pertama

Beri Komentar




Security Number