Sintang

Banner
Banner

Panji: Masyarakat Jangan Percaya Berita HOAX

Komentar (0)

05 Desember 2017, 22:04:08 WIB oleh Edi | dilihat: 61 kali

Print
Panji: Masyarakat Jangan Percaya Berita HOAX

Melawi - NANGA PINOH, (Kalimantan-News) - Mengingatkan tahun 2018 dan tahun 2019 adalah tahun-tahun politik khususnya di Provinsi Kalbar. Bupati Melawi, Panji mengingatkan agar masyarakat senatiasa menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Informasi yang mengalir secara bebas melalui media online atau media sosial, disinyalir banyak mengandung propaganda berita saling menghujat, mencela, dan saling menjatuhkan lawan, yang menjurus kepada kebencian. Sehingga bisa memecah belah kerukunan,” ujar Panji, saat di wawancarai wartawan, kemarin. Untuk itu, kata Panji, masyarakat jangan mudah termakan isu berita-berita media online dan postingan seperti di facebook yang menjurus pada kebencian dan akhirnya terjadi perpecahan. Masyarakat harus bijak menyikapi berita dan postingan di media sosial, jangan mudah percaya terhadap berita yang belum jelas kebenarannya. Juga jangan tidak mudah menyebarkan berita yang sumbernya tidak jelas, alias berita bohong (hoax). Ditegaskan Panji, berita hoax harus dicegah, terlebih tahun depan memasuki tahun politik pemilihan gubernur dan wakil gubernur Kalbar dan tahun 2019 agenda pesta demokrasi Pileg. Sebab jika termakan berita berita hoax, maka bisa memicu perpecahan dan konflik. “Siapaun yang terpilih menjadi gubernur dan wakil gubernur Kalbar tahun 2018, itulah orang tua kita, itulah gubernur kita pilihan rakyat. Maka dari itu, mari kita berikan pilihan sesuai hati nurani kita, proses pilkada kita ikuti sesuai aturan yang berlaku,” ucapnya. Menurut Panji, menjelang Pilkada Kalbar 2018, termasuk di Pileg 2019 mendatang dipastikan akan banyak berita-berita berbau politik yang saling menyudutkan para calon dan belum tentu kebenarannya. Agar Melawi tetap kondusif, Panji mengajak agar seluruh warga tetap menjaga kerukunan dan tidak mudah terpengaruh dengan berita bohong. “Kita ditanah air ini sudah ditakdirkan berbeda-beda dalam suku, ras, agama dan budaya, tetapi tetap satu. Sehingga perbedaan dalam berpolitik pun jangan sampai dijadikan alasan untuk terpecah belah dan saling bermusuhan, apalagi saling menjatuhkan,” tandasnya.(KN)

Komentar (0)

Beri Komentar

Belum ada komentar, silahkan jadi yang pertama

Beri Komentar




Security Number