Sintang

Banner
Banner

Kasus Filariasis di Menyebar di 11 Kecamatan

Komentar (0)

09 Oktober 2017, 19:37:15 WIB oleh Dian Andi Suryatija | dilihat: 40 kali

Print
Kasus Filariasis di Menyebar di 11 Kecamatan

Melawi - NANGA PINOH, (Kalimantan-News) - Pemkab Melawi melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) melakukan pencanangan bulan eliminsi kaki gajah (filariasi), Senin (9/10) di Lapangan Bola Desa Kompas Raya Kecamatan Pinoh Utara. Selain dihadiri kepala Dinkes Melawi, kegiatan tersebut dihadiri Camat Pinoh Utara, Staf Ahli Pemkab, sejumlah kepala SKPD serta puluhan masyarakat.

Kegiatan tersebut sekaligus sebagai pencanangan pemberian obat pencegahan filariasis secara masal di Melawi. Dimana masyarakat dianjurkan untuk datang ke Puskesmas atau Polindes terdekat untuk mendapatkan obat pencegahan filariasis tersebut.

Staf Ahli Pemkab Melawi, H Iskandar, yang mewakili Bupati Melawi menyampaikan, kesehatan modal utama pembangunan untuk dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Melawi. pada saat ini Pemkab Melawi sedang berupaya mewujudkan kabupaten Melawi menjadi kabupaten sehat.

“Namun masih ditemukannya beberaapa kasus penyakit menular, khususnya penyakit filariasis atau kaki gajah. Tampaknya hal ini perku menjadi perhatian serius dari kita semua. Kesehatan bukan hanya tanggungjawab instansi kesehatan saja, namun tanggungjawab Pemkab dan seluruh masyarakat Melawi,” ungkapnya.

Dengan adanya pemberian obat pencegahan filariasis secara masal pada tahun 2017 ini, dimana pada sebelumnya setelah putaran ke 5 pada tahun 2011 sampai dengan tahun 2015, kabupaten Melawi dinyatakan mengulang pemberian obat pencehaan filariasis secara masal di Melawi. hal ini dikarenakan masih ditemukannya kasus baru filariasis, dengan adanya microfilaria lebih dari 1 persen setelah diadakannya pretransmision assessment survey atau survey awal pascapengobatan.

“Pelaksanaan pemberian obat filariasis secara masal ini aakan berlanjut sampai tahun 2018. Yakni pada kegiatan bulan eliminasi kaki gajah di Oktober. Dengan demikian, harapan kita bersama, tahun 2019 Melawi menjadi kabupaten di Kalimantan Barat yang memenuhi standar WHO,” paparnya.

Ditempat yang sama, Camat Pinoh Utara, Yussenno selaku panitia pelaksana mengatakan, maksud dan tujuan dilaksanakan kegiatan pemberian obat masal filariasis ini adalah untuk mensukseskan bulan eliminasi kaki gajah tahun 2017 dan memutus mata rantai penularan penyakit filariasis di Melawi.

“Sasaran pemberian obat filariasi yakni seluruh penduduk berusia 2 tahun sampai 70 tahun,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinkes Melawi, dr Ahmad Jawahir mengatakan, bulan eliminasi kaki gajah tahun 2017 ini memang dikhususnya betul betuk mengeliminasi atau membasmi kaki gajah di Indonesia khususnya di Melawi.

“Melawi sendiri memang angkanya masih muncul yang baru. Makanya kita perlu membasmi agar kasus-kasus baru kaki gajah di Melawi tidak ada lagi,” ucapnya.

Di melawi, kata Ahmad, kasus filariasis masih ada bermunculan di tahun 2017 ini. sehingga di tahun 2017 inimasih bertambah. “Kasus baru ada 2 kasus. Sementara kasus lama atau penderita lama ada 16 orang, yang tersebar di 11 kecamatan,” terangnya. (KN)

Komentar (0)

Beri Komentar

Belum ada komentar, silahkan jadi yang pertama

Beri Komentar




Security Number