Sintang

Banner
Banner

Warga Tebing Kerangan Minta Pemkab Diperhatikan Jalan

Komentar (0)

05 Oktober 2017, 21:09:20 WIB oleh Edi | dilihat: 43 kali

Print
Warga Tebing Kerangan Minta Pemkab Diperhatikan Jalan

Melawi - NANGA PINOH, (Kalimantan-News) - Sejak Desa Tebing Kerangan Kecamatan Nanga Pinoh terbentuk, belum ada perhatian sama sekali terhadap akses jalan menuju ke desa tersebut. Hingga kini jalan tersebut masih tanah kuning. Akibatnya jika musim kemarau folusi udara dicemari debu yang berterbangan, dan apabila musim hujan, dihiasi kolam lumpur.

Kendaraan darat yang masuk ke desa tebing kerangan hanyalah kendaraan roda dua, sementara untuk kendaraan roda empat, sangat jarang sekali. Jika musim hujan, tidak banyak yang berani masuk ke desa tersebut menggunakan kendaraan darat, hanya kendaraan roda dua saja yang berani, sebab takut akan terjebak di kolam-kolam lumpur.

Seperti yang disampaikan 3 orang warga Dusun Lahang Desa Tebing Kerangan, Kusnadi, Ipon dan Heri . Ketiga orang ini mengeluhkan kondisi akses jalan menuju ke Desa Tebing Kerangan. Tidak hanya akses masuk ke pusat desaya saja yang parah kondisi jalannya, masuk ke dusun-dusun yang ada disana juga hancur lebur.

“Jalan akses menuju ke Desa Tebing kerangan tidak panjang, kurang lebih 5 kilo meter saja. Namun untuk melewati jalan itu, sangat sudah sekali. Sangat jarang warga turun ke pinoh menggunakan kendaraan darat, apalagi kalau musim hujan,” cetus Kusnadi, kemarin.

Menurut Kusnadi, perhatian terhadap akses jalan menuju Tebing kerangan belum ada. Sebab sejak terbentuknya desa itu hingga saat sekarang, belum juga ada peningkatan terhadap jalan tersebut. “Sejak terbentuk hingga saat ini tetap saja tanah kuning,” paparnya.

Sementara Ipon menambahkan, kendaraan yang masuk ke Desa Tebing Kerangan hanya bisa digunakan untuk pergi ke Pinoh saat musim kemarau saja. Jika musim hujan, banyak warga lebih memilih melalui transportasi sungai. “Paling yang mau ke pinoh menggunakan jalur darat saat musim hujan, hanya satu dua orang. Itupun apabila kondisi terpaksa,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Heri, tidak jarang warga yang sudah melalui akses jalan menuju ke Desa Tebing Kerangan mengeluh. Keluhan warga tersebut tidak lain, yakni mengenai akses jalan yang berderai.

“Warga sering ngeluh, jika musim hujan jalan itu dipenuhi banyak lumpur dan musim kemarau dipenuhi banyak debu,” tuturnya.
 
Hasil pertanian warga di Desa Tebing Kerangan juga tidak pernah diangkut melalui transportasi darat, sebab jika diangkut melalui jalur transportasi darat pasti akan lama nyampai ke pinoh. “Hasil produksi pertanian seperti getah karet, itu warga menjualnya melalui jalur transportasi air,” pungkasnya. (KN)

Komentar (0)

Beri Komentar

Belum ada komentar, silahkan jadi yang pertama

Beri Komentar




Security Number