Sintang

Banner
Banner

Petani Semakin Sulit Karena Tak Bisa Bakar Ladang

Komentar (0)

12 September 2017, 17:46:41 WIB oleh Edi | dilihat: 41 kali

Print
Petani Semakin Sulit Karena Tak Bisa Bakar Ladang

Melawi - NANGA PINOH, (Kalimantan-News) - Kenaikan harga beras ini sedikit banyak berpengaruh pada masyarakat. Utamanya bagi mereka yang selama ini mengandalkan panen padi dengan cara berladang. Dengan adanya larangan membakar lahan, semakin menyulitkan masyarakat untuk berladang, yang juga berarti tak bisa menanam padi dan mendapatkan beras lokal.

Kepala Desa Mandau Baru, Kecamatan Pinoh Selatan, Syamsuri,  mengatakan berladang liar merupakan salah satu kegiatan rutin tahunan masyarakat untuk mendapatkan padi. Sehingga sampai sekarang masih dilakukan masyarakat. Tapi tahun ini, ladang yang sudah dibersihkan tidak berani dibakar karena takut dengan aparat.

“Sangat sedih melihat masyarakat saya,  karena dilarang bakar ladang, sehingga ladang mereka tidak dibakar sampai sekarang,” katanya, kemarin.

Menurut dia, jumlah warga di desanya kurang lebih sekitar 300 Kepala Keluarga (KK). Sebagian besar KK tersebut selama ini hanya dengan cara  berladang untuk mendapatkan padi atau beras. Tahun ini rata-rata tidak berani bakar ladang.

“Ada satu atau dua orang yang bakar ladang. Itupun bakar ladang secara diam-diam, karena setiap ada muncul asap, selalu dikejar petugas,” ujarnya.

Dikatakan Syamsuri, dengan masyarakat tidak berani berladang ini akan membuat kondisi masyarakat semakin terpuruk. Pekerjaan alternatif  lain  yang bisa dikerjakan oleh masyarakat seperti kerja kayu maupun menjadi pekerja PETI juga dilarang pemerintah. Sementara harga karet murah, ditambah lagi saat ini tiap hari hujan.

“Saya sebagai Kades juga bingung, masyarakat datang kerumah minta pekerjaan atau mata pencaharian. Sementara lakukan pemberdayaan masyarakat, dana desa terbatas jumlahnya, seperti tahun ini hanya Rp 700 juta,” tuturnya. (KN)

Komentar (0)

Beri Komentar

Belum ada komentar, silahkan jadi yang pertama

Beri Komentar




Security Number