Sintang

Banner
Banner

Potret Pendidikan di Kabupaten Melawi

Komentar (0)

07 Agustus 2017, 20:25:26 WIB oleh Edi | dilihat: 100 kali

Print
Potret Pendidikan di Kabupaten Melawi

Melawi - NANGA PINOH, (Kalimantan-News) - Gunakan eks rumah dinas guru, itulah salah satu potret pendidikan di Melawi yang masih mengalami kekurangan ruang kelas. Seperti yang dilakukan Sekolah Dasar Negeri (SDN) 13 Nanga Pinoh, yang terletak di Jalan Pendidikan, Desa Paal, Melawi.

Pelaksana Harian Kepala Sekolah SDN 13 Nanga Pinoh, Nadimah, menuturkan, jumlah siswa di SDN 13 Nanga Pinoh sebanyak 322 orang yang terbagi dalam 15 rombongan belajar. Menurut Nadimah, jumlah ruangan kelas yang ada saat ini hanya 8 lokal.

Dikatakan Nadimah, akibat kekurangan ruang kelas tersebut, untuk memaksimalkan proses belajar mengajar pihaknya terpaksa menggunakan 2 unit eks rumah dinas guru. Kata Dia, menggunakan dua eks rumah dinas guru pun juga tidak mampu menampung siswa untuk belajar, sehingga pihaknya juga menggunakan beberapa ruang kelas yang ada disekat menjadi dua rombongan belajar.

“Dengan kondisi seperti ini kami berharap kepada Pemkab Melawi, melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud)harus ada penambahan ruangan kelas tahun depan. Kebutuhan ini sudah mendesak agar kegiatan belajar mengajar bisa lebih efektif apalagi sekolah ini terletak dijantung Kota Nanga Pinoh,” ujar Nadimah diruang kerjanya, beberapa hari lalu.

Nadimah menjelaskan, setiap tahun minat orang tua untuk menyekolahkan anak mereka disekolah ini sangat tinggi, karena kekurangan ruang kelas terpaksa pihaknya membatasi penerimaan siswa baru, sebab masih kekurangan 7 ruang kelas. Selain itu lanjutnya, eks rumah guru yang ada sekarang sudah buruk alias sudah tak layak lagi digunakan.
 
“Harapannya ingin sekali bisa mendapatkan bantuan penambahan ruang kelas baru untuk belajar siswa siswi kami, dan kita masih kekuarangan 7 ruangan kelas. Semoga sekolah ini bisa diperhatikan Pemkab Melawi, sekolah ini juga menjadi salah satu sekolah favorit di Kota Nanga Pinoh,” jelasnya.

Mengetahui hal tersebut, Ketua Komisi A DPRD Melawi, H. Hamri Hum, selaku komisi yang membidangi pendidikan mengaku prihatin yang dialami SDN 13 Nanga Pinoh saat ini.  Menurutnya, kondisi ini tidak sepantasnya lagi ada sekolah kekurangan ruang kelas apalagi didalam Kota Nanga Pinoh.

Hamri mengatakan, selama ini program Pemkab Melawi untuk membangun sekolah baru maupun membangun ruang kelas baru berjalan tidak efektif.

“Ada sekolah baru dibangun dipedesaan tapi tak ada muridnya hingga sekolah tutup, atau dibangun ruang kelas baru padahal ruang kelas masih mencukupi yang akhirnya mubazir,” ucapnya dihubungi melalui selurer, kemarin.

“Kondisi SDN 13 Nanga Pinoh ini merupakan potret realitas pendidikan yang perlu diperhatikan dan dikaji kembali olehPemkab Melawi untuk program pembangunan sekolah atau pembangunan ruang kelas baru. Kami di DPRD juga tidak mendiskriminasi konsep pembangunan, akan tetapi melalui anggaran yang ada konsep pembangun kedepan harus jelas dan tepat sasaran. Saya minta SDN 13 Nanga Pinoh ini diperhatikan,” harapnya.

“Saya minta Pemkab Melawi melalui Disdikbud Melawi untuk memperhatikan harapan SDN 13 Nanga Pinoh tersebut, kita minta untuk APBD Melawi 2018 mendatang ada anggaran untuk pembangunan ruang kelas baru. Sekolah didalam wilayah ibukota Melawi kok masih kekurangan kelas,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Disdikbud Melawi, H. Joko Wahyono saat dikonfirmasi mengakui dan mengatakan memang SDN 13 Nanga Pinoh masih kekurangan lokal hanya sebanyak 4 ruang, sementara proses belajar mengajar untuk 4 rombongan belajar menempati eks rumah dinas guru dalam kondisi rusak berat.
 
Diakui Joko, pihaknya sudah berupaya untuk mengusulkan penambahan pembangunan ruang kelas baru baik melalui dana DAK maupun APBD Melawi, namun sampai hari ini belum terealisasi.

“Adapun hal yang bisa kita tempuh diharapkan kepada sekolah untuk mengimput data syarat sarana dan prasarana melalui Dapodik secara maksimal dan benar,” ujarnya.

“Apabila input data dengan benar dan akurat, maka akan terkaper didalam didalam Dapodik sehingga sekolah tersebut dapat mendapat tambahan ruang kelas baru melalui dana DAK. Karena mendapatkan dana DAK harus melalui Dapodik di SK kan menteri,” ujar Joko.

Ditegaskan Joko, seandainya tidak dapat melalui anggaran DAK, tahun 2018 diajukan RKB pada SDN 13 Nanga Pinoh menjadi skala prioritas dengan menggunakan dana APBD Melawi 2018.
Dia juga meminta kepada DPRD Melawi melalui Komisi A untuk menyumbangkan pokok-pokok pikiran, sehingga skala prioritas pembangunan tambahan ruang kelas baru SDN 13 Nanga Pinoh ini dapat terwujud tahun 2018 mendatang. (KN)

Komentar (0)

Beri Komentar

Belum ada komentar, silahkan jadi yang pertama

Beri Komentar




Security Number