Sintang

Banner
Banner

Industri Otomotif Perkuat Posisi Indonesia di Asean

Komentar (0)

11 Juli 2017, 20:22:55 WIB oleh Admin | dilihat: 90 kali

Print

JAKARTA, (Kalimantan-News) - Industri otomotif nasional memperkuat posisi Indonesia di ASEAN karena memiliki kapasitas produksi kendaraan roda empat yang akan mencapai lebih dari 1,2 juta unit pada 2017 atau naik dibandingkan produksi sebanyak 1,1 unit pada 2016.

"Capaian tersebut diharapkan semakin mendongkrak kontribusi sektor industri otomotif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional," kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto melalui siaran pers diterima di Jakarta, Selasa.

Airlangga menyampaikan hal tersebut pada Peresmian Pabrik PT. SGMW Motor Indonesia di Kawasan Industri GIIC Deltamas, Cikarang, Bekasi.

Peresmian pabrik ini dilakukan secara langsung oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla didampingi Menperin, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Wakil Gubernur Provinsi Guang Xi Lan Tianli, serta Chairman SAIC dan SGMW Chen Hong.

Airlangga menjelaskan, dari jumlah produksi 1,1 juta unit pada tahun lalu, sekitar 200 ribu unit mobil dipasarkan ke negara tujuan ekspor dan selebihnya diserap pasar dalam negeri.

Oleh karena itu, pemerintah meminta industri otomotif nasional terus agresif memperluas pasar ekspor untuk membuat sebuah keseimbangan dengan kebutuhan pasar domestik.

"Pemerintah menargetkan produksi otomotif bisa menembus 2,5 juta unit pada tahun 2020 untuk bersaing di kancah global," ungkapnya.

Selain itu, Airlangga meyakini, struktur industri otomotif nasional akan semakin dalam lantaran didukung peta jalan industri baja dengan target kapasitas mencapai 10 juta ton pada tahun 2025.

Airlangga berharap, industri otomotif di Indonesia dapat menyerap lebih banyak bahan baku dari dalam negeri.

"Ketersediaan bahan baku untuk industri otomotif, khususnya baja, resin, karet sintetis, dan aluminium diharapkan bisa dipenuhi dari dalam negeri pada tahun 2019," imbuhnya.

Menurut data Kemenperin, pada 2016, kontribusi subsektor industri alat angkutan (termasuk di dalamnya industri otomotif) terhadap PDB sektor industri non migas mencapai 10,47 persen.

Angka tersebut merupakan yang terbesar ketiga setelah subsektor industri makanan dan minuman sebesar 32,84 persen serta subsektor industri barang logam, komputer, elektronik, optik, dan peralatan listrik sebesar 10,71 persen.

Airlangga optimistis, kinerja industri otomotif di dalam negeri tahun ini mampu tumbuh lebih baik seiring potensi pasar produk di Indonesia dan pertumbuhan ekonomi nasional yang positif, didorong pulihnya perekonomian global serta berjalannya reformasi struktural di dalam negeri secara komprehensif.

"Bahkan, kondisi tersebut juga akan mampu mendorong investasi di sektor industri otomotif lebih banyak lagi masuk ke Indonesia. Tidak hanya di tingkat industri perakitan, namun juga industri komponen dan industri bahan baku, sehingga kemandirian industri otomotif nasional dapat tercapai," pungkasnya. (*)

Sumber: http://www.antaranews.com

Komentar (0)

Beri Komentar

Belum ada komentar, silahkan jadi yang pertama

Beri Komentar




Security Number