Sintang

Banner
Banner

Pembukaan Gawai dayak Sintang Meriah

Komentar (0)

11 Juli 2017, 20:10:54 WIB oleh Admin | dilihat: 61 kali

Print
 Pembukaan Gawai dayak Sintang Meriah

Sintang - KOTA, (Kalimantan-News) - Wakil Bupati Sintang, Drs. Askiman, MM bersama dengan ketua adat dayak sekaligus ketua DPRD Sintang, Jeffray Edward, SE.,M.Si membuka pekan gawai Dayak Sintang di Komplek Stadion Baning, Sintang, Selasa (11/7/2017).

Pekan gawai dayak tahun 2017 ini merupakan kegiatan gawai yang ke-8 di Sintang. “kegiatan ini merupakan wujud nyata rasa syukur masyarakat dayak di Sintang kepada Tuhan, pencipta langit dan bumi atas hasil ladang dan hasil kerja selama ini,” kata Askiman. “pada gawai dayak kali ini, makna utamanya selain sebagai bentuk ucapan syukur, kita mau menggali semua potensi sumber daya seni dan budaya yang kita miliki di Sintang untuk menjadi aset dalam mendukung kegiatan pariwisata yang ada,” tambahnya.

pada kesempatan ini, wakil bupati membuka acara pekan gawai dayak Sintang ini dengan meniup alat musik Keledik. alat musik tiup dari bambu dan labu. setelah sebelumnya memotong ompong dengan adat Ud Danum dan dilanjutkan dengan prosesi ritual adat dari kecamatan Binjai Hulu.

Wakil Bupati menyampaikan berbagai harapannya berkenaan dengan penyelenggaraan gawai ini. “Untuk semua yang terlibat dalam kegiatan ini, supaya dapat memberikan tampilan yang terbaik. Juga, selalu jagalah keamanan dengan penuh kegembiraan sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik dan lancar,” kata Askiman. “kita juga berharap segala etnik yang ada memberikan toleransi dan dukungan atas penyelenggaran kegiatan gawai dayak ini sehingga sintang menjadi lebih sejahtera dan damai,” pungkasnya.

Dalam wawancaranya dengan awak media, Ketua DAD Sintang, Jeffray Edward menyampaikan  pujian kepada seluruh masyarakat Sintang. “melihat antusias masyarakat pada acara pembukaan ini dalam memeriahkan acara pembukaan ini, kita bisa mengetahui bahwa masyarakat kita rindu untuk bergawai bersama,” katanya. “apalagi mereka datang sendiri tanpa dikerahkan,” tambahnya.

“walaupun mungkin banyak kekurangan, saya sangat menghargai kerja keras panitia dalam menyelenggarakan kegiatan ini,” lanjut Jeffray. “mudah-mudahan acara ini dapat terselenggara dengan baik hingga selesai,” harapnya. Ketua DPRD Sintang ini juga menyempaikan bahwa kegiatan ini juga merupakan bentuk toleransi sesama masyarakat dayak yang ada di Sintang. “supaya dnegna adanya keberagaman ini dapat saling menghargai bersama masyarakat yang lain,” pungkas Jeffray.

Pada hari pertama, panitia menyelenggarakan Lomba Sapek, lomba sastra lisan dan lomba band Etnik. Lomba lagu dayak kategori anak dan dewasa, lomba menumbuk padi dilaksanakan pada Rabu (12/7/2017) selain itu dimulai pula lomba melukis perisai dan lomba memahat. pada hari ini juga dilakukan Seminar Budaya Nasional dengan pembicara,Dr. Wilson dan Dr.Drs.  Nikodemus. Kegiatan ini akan dilaksanakan di Aula CU Keling kumang. Materi seminar, pendidikan penguatan peran dan karakter keluarga melalui filosopi rumah betang dan politik identitas dalam NKRI. Peserta seminar diperkirakan sejumlah 200 orang yang terdiri dari para temenggung DAD, akademisi, dan dari LSM terkait serta tokoh masyarakat Sintang.

pada hari Kamis (13/7/2017) dilakukan lomba memasak tradisional, pangkak gasing, fashion show busana kreasi dayak, serta lomba tari Dayak kreasi. Menurut, Trivina selaku Koordinator lomba tari dayak kreasi menyebutkan kegiatan ini diikuti oleh utusan dari kecamatan yang ad di Sintang. “ada 7 kelompok yang ikut dari kecamatan ketungau hilir, sungai tebelian, binjai, kelam, dedai, ambalau dan serawai. acara kita laksanakan malam hari,” terangnya. Sementara itu sanggar-sanggar yang ada hanya tampil untuk mengisi acara, nanti pemenangnya akan tampil lagi pada malam penutupan,” papar Trivina lagi.

Jumat (14/7/2017) panitia menggelar lomba enggrang, menyumpit, menganyam manik dan pemilihan bujang dara gawai. Menurut Ernawati, selaku koordinator acara pemilihan bujang dara gawai kegiatan ini untuk memilih talenta anak muda Sintang agar bisa menjadi duta pariwisata. “pemenang bujang dara gawai ini akan membantu proses promosi adat budaya Sintang,” kata Erna. Kegiatan pemilihan bujang dara gawai diikuti oleh 20 peserta. Para peserta berasal dari perwakilan kecamatan dan dari sanggar-sanggar yang ada di Sintang.

pada hari Sabtu (14/7/2017) lomba menangkap babi, lomba menyumpit beregu dan lanjutan lomba menganyam manik serta acara penutupan gawai.  Ketua panitia, Hendrika menyampaikan bahwa selain berbagai lomba, diselenggarakan pula display atau stand pameran yang diikuti oleh kecamatan-kecamatan dan SKPD pemerintahan serta beberapa masyarakat umum. “hal ini untuk mengenalkan ragam budaya dayak dan etnik lainnya yang ada di Sintang,” paparnya.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kehidupan budaya dayak di daerah agar dapat memperkaya budaya nasional. Konsep kegiatan ini mengangkat tema, ‘keberagaman dalam wawasan kebangsaan cinta tanah air dan budaya, dibawah naungan pancasila rumah kita’.

Panitia melaksanakan berbagai lomba selama pekan gawai dayak Sintang. total peserta lomba 269 orang dari 13 Kecamatan yang merupakan utusan DAD masing-masing kecamatan. Kecamatan Kayan Hulu belum bisa ikut pada pelaksanaan kali ini. Kegiatan ini dimulai dengan ibadah Ekumene pada hari sebelum pembukaan. Kegiatan ini dimeriahkan pula oleh artis dayak Iban, Ricky L. “ada dua kecamatan yang ikut berpartisipasi pada semua perlombaan, yaitu kecamatan Kayan hilir dan Sungai Tebelian,” ungkap Hendrika.

Hadir dalam acara ini Ketua Umum Dewan Adat Dayak Provinsi Kalimantan Barat, Ir. Jakiyus Sinyor. Jakiyus mengapresiasi secara positif  kegiatan gawai ini. “apalagi ini  acara tahunan, kegiatan merupakan hal yang perlu kita lakukan sebagai acara syukuran ya,” katanya.

Ini adalah gawai pertamanya sebagai ketua umum DAD provinsi. Kedepan Jakiyus mengharapkan gawai menjadi tempat melestarikan adat budaya nenek moyang. “gawai ini menjadi awal bagi saya. Melalui gawai segala kebiasaan dan tradisi lama kita munculkan kembali. untuk ke depannya kita perlu mengevaluasi kembali gawai-gawai yang telah ada. Kita perlu meninjau kembali budaya lama kita meskipun kini kita berada di dunia modern,” paparnya lagi.

Jakiyus juga mengingatkan kepada para peserta lomba untuk mengikuti peraturan yang telah ditetapkan oleh panitia. “saya minta aturan-aturan ini di ikutilah. Jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan,” tutupnya.

Turut hadir dalam acara ini, Bupati Melawi, Panji dan Bupati Bengkayang, Gidot. Tampak juga sejumlah kepala SKPD Sintang, pimpinan forkopimda Sintang, para ketua DAD kecamatan se Kabupaten Sintang beserta sejumlah pemuka adat, pemuka agama, dan tokoh masyarakat Sintang. (Hms)

Komentar (0)

Beri Komentar

Belum ada komentar, silahkan jadi yang pertama

Beri Komentar




Security Number