Sintang

Banner
Banner

Pose: Perda Walet Terus Dilanjutkan

Komentar (0)

17 April 2017, 21:22:05 WIB oleh Edi | dilihat: 105 kali

Print
Pose: Perda Walet Terus Dilanjutkan

Melawi-NANGA PINOH, (Kalimantan-News) - Pemerintah Kabupaten Melawi melalui bidang hukumnya mempertanyakan kepada pihak DPRD kapan akan membahas sejumlah Raperda yang ditunda pada tahun 2016 lalu yakni raperda mengenai bangunan wallet, budi daya wallet dan Raperda mengenai perusahaan daerah.

Raperda tersebut menjadi bagian yang penting mengingat meningkatnya pembangunan saat ini.

Kabag Hukum Pemkab Melawi, H. Hasanudin mengatakan, pihaknya sudah menyurati pihak DPRD Melawi agar segera membahasnya kelanjutannya. Mengingat pembahasan sebelumnya sudah dilakukan secara tuntas.

“Ditahun 2016, pembahasan sudah tuntas. Cuma pihak DPRD menunda agar karena mau mengkajinya dengan memanggil atau rapat bersama para pengusaha wallet. Tapi sampai sekarang belum ada. kami sudah surati, tapi sampai sekarang belum dibalas,” katanya saat ditemui di Pendopo Rumah jabatan Bupati Melawi, belum lama ini.

Menurut Hasanudin, secara aturan, sebenarnya tahapannya sudah memasuki persetujuan dewan. Untuk itu pihaknya meminta DPRD agar segera menjadwalkan pembahasan untuk melanjutkan Raperda yang tertunda itu.

“Mengingat persoalan pembangunan wallet saat ini, sudah semakin banyak. tidak hanya berada dilingkungan perusamahan warga, bahkan ada yang berada di lingkungan sekolah. Ini yang harus segera diatur,” terangnya.

Sebelumnya Ketua Badan Legislasi DPRD Melawi, Kontansius Pose pernah mengatakan Perda tentang budidaya wallet tersebut tetap akan dilanjutkan pembahasannya. Hanya saja masih membutuhkan waktu untuk melakukan kajian-kajian terhadap Perda tersebut.

“Kita menginginkan produk hukum yang kita hasilkan benar-benar memberikan azas manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.

Selain itu, katanya, Perda yang dihasilkan juga tidak merugikan salah satu pihak. Jadi pihak masyarakat dalam hal ini pemilik rumah wallet maupun pihak pemerintah sama-sama diuntungkan.

“Pada intinya rencana Perda tersebut tetap dilanjutkan, hanya saja untuk saat ini masih belum dilakukan pembahasan. Karena harus dilakukan kajian lagi,” paparnya.

Sementara itu, seorang warga Nanga Pinoh, Hermawan mengatakan, Peraturan Daerah (Perda) tentang budidaya burung wallet dianggap sangat penting. Sehingga banyak masyarakat berharap rencana pembuatan Perda tentang budidaya wallet tersebut tetap diteruskan ditahun 2017 ini. Bagiamanapun keberadaan Perda tersebut sangat penting dalam upaya untuk mengatur usaha tersebut di Kabupaten Melawi.

“Saat ini keberadaan rumah wallet sudah semakin menjamur, makanya perlu adanya Perda untuk mengaturnya,” ungkapnya.

Lebih lanjut Ia mengaatakan, keberadaan Perda tersebut sebagai salah satu upaya untuk menghindari terjadinya konplik sosial ditengah masyarakat, terutama dilingkungan warga yang terdapat bangunan wallet.

“Kita tidak melarang orang buat bangunan wallet, tapi kita menginginkan pembuatan rumah wallet tersebut diatur dengan baik, sehingga tidak merugikan orang lain disekitarnya,” ujarnya. (KN)

Komentar (0)

Beri Komentar

Belum ada komentar, silahkan jadi yang pertama

Beri Komentar




Security Number