Sintang

Banner
Banner

Pengamanan Pleno Pilgub Ditingkatkan Antisipasi Panasnya Situasi

Komentar (0)

03 Februari 2016, 04:23:26 WIB oleh Admin | dilihat: 494 kali

Print

Kalimantan Tengah-KOTAWARINGIN TIMUR, (Kalimantan-News) - Pengamanan pleno rekapitulasi perolehan suara pemilihan gubernur dan wakil gubernur Kalimantan Tengah di Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur ditingkatkan mengantisipasi memanasnya situasi.

"Pengamanan kita intensifkan untuk mengantisipasi kemungkinan situasi jalannya rapat pleno memanas. Saya minta semua mengamankan acara ini dengan baik," kata Kapolres Kotawaringin Timur (Kotim) AKBP Hendra Wirawan saat memberi arahan kepada anggota TNI dan Brimob di halaman Gedung Serbaguna Sampit, Rabu.

Anggota TNI dari Kompi Senapan A Yonif 631/Antang dan anggota Detasemen B Pelopor Satuan Brimob Polda Kalimantan Tengah, merupakan pasukan bantuan bawah kendali operasi. Polres Kotaim sendiri menurunkan 360 personel untuk mengamankan rapat pleno ini.

Tampak hadir Kepala Detasemen B Pelopor Satuan Brimob Polda Kalimantan Tengah, AKBP Lili Warli dan Komandan Kipan A Yonif 631/Antang, Kapten Inf Indo Wijaya. Mereka turut memantau situasi rapat pleno rekapitulasi tersebut.

Ditingkatkannya pengamanan ini diduga imbas dari memanasnya rapat pleno di tingkat Kecamatan Mentawa Baru Ketapang beberapa hari lalu. Saat itu, saksi dua pasangan calon gubernur dan wakil gubernur, H Sugianto-Habib H Said Ismail dan Willy Midle Yoseph-HM Wahyudi Kaspul Anwar nyaris adu fisik namun berhasil dilerai polisi.

Kepolisian tampaknya tidak ingin mengambil risiko sehingga memilih meningkatkan pengamanan rapat pleno di tingkat kabupaten. Langkah ini juga untuk mencegah kemungkinan adanya massa dari luar daerah yang datang ke lokasi rapat pleno.

"Tidak boleh bertindak di luar perintah Kapolres. Kalau pleno molor sampai siang, bahkan hingga malam, kita siap. Mudah-mudahan semua berjalan lancar dan tertib," harap Hendra menutup arahannya.

Ketua Komisi Pemilihan Umum Kotim Sahlin saat membuka rapat pleno, berharap acara ini berjalan lancar, aman dan tertib. Dia berharap kedua saksi dan pendukung pasangan calon untuk mematuhi tata tertib.

"Ini adalah agenda terakhir tahapan pemilihan gubernur dan wakil gubernur di tingkat kabupaten. Selanjutnya rapat pleno digelar di tingkat provinsi pada 5 Februari nanti," kata Sahlin.

Rekapitulasi di tingkat Kabupaten Kotim dilakukan dengan menghitung hasil rekapitulasi hasil penghitungan suara di tingkat panitia pemilihan kecamatan dari 17 kecamatan. Penyampaian keberatan oleh saksi diatur oleh aturan sehingga harus dilakukan sesuai prosedur. (das/ant)

Komentar (0)

Beri Komentar

Belum ada komentar, silahkan jadi yang pertama

Beri Komentar




Security Number